GRANADA: Belajar Sejarah, Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Daftar Isi

 

GRANADA: Belajar Sejarah, Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Oleh: Alfia Fariha Nurfajriyah

Hari Pertama: Pemaparan Materi Mengenai Sejarah Mesir Dan Berbagai Kawasan Bersejarah Di Kairo.

Granada (Tarikh Wal Hadoroh) merupakan program pembinaan berkelanjutan yang dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa FBA Mesir dalam bidang sejarah serta membentuk karakter kepemimpinan, sebagai bekal untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenali sejarah Mesir dan mengenali kait pemandu wisata. Kegiatan ini berlangsung pada hari kamis, 09 Juli 2026 pukul 12.00 hingga 17.00 , setelah kemunduran jadwal akibat keterlambatan peserta.

Pemaparan ini disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Naufal, yang bertempat di Rubel Elysian, Fakultas Bahasa Arab. Pemaparan materi ini dihadiri oleh 14 mahasiswa Fakultas Bahasa Arab jurusan Tarikh.

Materi ini mengusung tema Sejarah Mesir dan berbagai kawasan bersejarah di Kairo mengenai sumber dan referensi Acara ini diselenggarakan oleh PSDM senat Fakultas Bahasa Arab.

Dalam kegiatan ini mahasiswa dapat mengenal sejarah dan kait pemandu wisata sebagai bekal awal mereka melangkah dalam memulai perjalanan studi  Fakultas Bahasa Arab.

 

Hari Kedua: Praktik Kiat Pemandu Wisata di Benteng Shalahuddin Al-Ayyubi



Liputan Kegiatan Granada :Praktik Kiat Pemandu Wisata di Benteng Shalahuddin Al-Ayyubi pada Ahad, 12 Juli 2026. Program tahunan Granada yang diselenggarakan oleh PSDM Senat Fakultas Bahasa Arab (FBA) Mesir berlangsung dengan lancar. Kegiatan praktik kiat pemandu wisata ini dilaksanakan di Benteng Shalahuddin Al-Ayyubi (Qal'ah Shalahuddin Al-Ayyubi) sebagai sarana pembelajaran bagi peserta dalam mengasah kemampuan menjadi pemandu wisata yang baik.

Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya berlatih memandu wisata, tetapi juga belajar menyampaikan sejarah secara runtut dan komunikatif kepada jamaah.

Seluruh praktik dibimbing langsung oleh Al-Ustadz Muhammad Naufal, yang memberikan evaluasi kepada setiap peserta agar mengetahui kekurangan dan kesalahan yang perlu ditingkatkan dalam penyampaian materi.

Salah satu peserta, Fanji, mahasiswa Fakultas Bahasa Arab jurusan Tarikh, memaparkan sejarah beberapa titik penting di kawasan Benteng Shalahuddin Al-Ayyubi. Ia menjelaskan bahwa Maydan Rumaillah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpulnya pasukan, tetapi juga digunakan untuk penyelenggaraan parade (pawai), pertunjukan berkuda, dan kegiatan lainnya. Ia juga menyampaikan bahwa kawasan masjid di tanah lapang tersebut mulai diresmikan pada masa Kesultanan Utsmaniyah sekitar abad ke-15.

Melalui kegiatan praktik ini, para peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memandu wisata sejarah sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi, penyampaian materi, dan penguasaan sejarah Islam di Mesir. Diharapkan kegiatan Granada dapat terus menjadi wadah pembinaan mahasiswa untuk menjadi pemandu wisata yang profesional, berwawasan luas, dan mampu menyampaikan sejarah secara menarik serta bertanggung jawab.


Posting Komentar