Mimbar Cendekia dan Galeri Kehormatan Puncaki Grand Closing Usbu' Adab wa Tarikh

Daftar Isi

Mimbar Cendikia


Oleh: Hasna Azkiya Rosyada

"Suatu bangsa yang memiliki sastra kaya dapat dipastikan memiliki sejarah yang kokoh dan berakar kuat," ujar Dr. Barra' Safwan Abdel Ghani dalam gelaran Mimbar Cendekia.

Agenda terakhir dari program Usbu' Adab wa Tarikh adalah Grand Closing yang terdiri atas dua rangkaian acara, yaitu Mimbar Cendekia dan Galeri Kehormatan. Pada tahun ini, panitia Usbu' Adab wa Tarikh mengundang Dr. Barra' Safwan Abdel Ghani, dosen Sastra dan Kritik di Fakultas Bahasa Arab Universitas Al-Azhar, sebagai pemateri utama Mimbar Cendekia.

Kegiatan ini bertempat di Qo’ah Idarah Wafidin pada Kamis, 13 Agustus 2026. Tepat pukul 10.20 WLK, pembawa acara membuka rangkaian kegiatan yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penyampaian sambutan oleh Dr. Nahlah, foto bersama, serta sambutan berturut-turut dari Ketua Pelaksana, Ketua Umum SEMA FBA, dan Presiden PPMI Mesir.

Acara dilanjutkan dengan seminar Mimbar Cendekia yang mengusung tema "At-Turats wa An-Naqd" bersama Dr. Barra' Safwan Abdel Ghani. Beliau menyampaikan bahwa mempelajari suatu bahasa itu relatif mudah, tetapi tantangan sebenarnya terletak pada mempelajari sastranya.

"Jika Anda ingin memahami sebuah kasidah puisi, jangan memandangnya secara sekaligus. Caranya sebenarnya sangat sederhana, tetapi Anda sendiri yang membuatnya terasa sulit ketika menganggapnya sebagai satu gambaran utuh yang besar. Jika Anda membaginya—dengan mendengarkannya terlebih dahulu, mencari tahu kata-kata yang sulit beserta artinya, lalu memahami makna keseluruhan kasidah tersebut—semuanya akan terasa lebih mudah. Penyair tidak sekadar menyusun kata-kata, melainkan ingin pembaca menangkap gambaran utuhnya secara utuh," tambah Dr. Barra' Safwan Abdel Ghani. Sesi ini kemudian diakhiri dengan tanya jawab, penyerahan sertifikat, dan foto bersama pemateri.

Rangkaian acara kedua, yaitu Galeri Kehormatan, dibuka dengan penampilan seni dan penyampaian sambutan dari para alumni/senior Fakultas Bahasa Arab. Sambutan pertama disampaikan oleh senior FBA Jurusan Ammah, Ustadz Ahmad Mawardi.

"Tanpa adanya Senat FBA, siapa yang akan mengurus perkuliahan? Siapa yang akan mendampingi adik-adik mahasiswa baru yang belum memiliki senior maupun organisasi kekeluargaan di jurusan bahasa?" ujar Mawardi dalam sambutannya.

"Saya berangkat dari kondisi tersebut. Saya tiba di Mesir tanpa senior, sebagai generasi pertama, dan menjadi minoritas. Saya sudah mengalami semua dinamika itu hingga akhirnya bertemu dengan tiga senior yang mendidik dan merangkul saya. Dari sanalah muncul tekad untuk menjadi seperti mereka, dan salah satu jalan yang saya tempuh adalah aktif di Senat," tambahnya. Sambutan berikutnya disampaikan oleh senior FBA Jurusan Tarikh, Ustadz Fajar Ilma Nafi.

Acara dilanjutkan dengan penganugerahan penghargaan kepada jajaran warga FBA, seperti Guru Bimbel, Duta Lughawiy, dan kategori lainnya, serta penyerahan sertifikat apresiasi kepada para donatur dan sponsor. Pembawa acara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan pada pukul 13.40 WLK, yang kemudian disusul oleh penutupan energik berupa penampilah flashmob oleh para pengurus Senat.

Melalui rangkaian kegiatan Usbu' Adab wa Tarikh ini, besar harapan agar program ini menjadi jembatan bagi mahasiswa dari fakultas lain—seperti Ushuluddin dan Syariah—untuk mengenal Fakultas Bahasa Arab lebih dekat, sekaligus menjadi wadah pengembangan diri bagi warga FBA melalui kepengurusan Senat.

Posting Komentar