Wujudkan Akselerasi Tesis Mahasiswi S2, Wihdah Sukses Gelar Seminar ARTIST Bersama Ustadzah Euis Faridah
Oleh : Nurkholisah Azzahra Khumairah
KAIRO – Departemen Keilmuan Wihdah sukses menyelenggarakan program ARTIST (Azhariyyah Ready for Thesis) pada Senin, 28 September 2026. Acara seminar akademik yang dinantikan ini dihadiri langsung oleh Ketua Wihdah, Ustadzah Ananda Putri Aqila, serta jajaran mahasiswi perwakilan dari berbagai lintas jurusan, mulai dari Fakultas Bahasa Arab, Ushuluddin, hingga Syariah. Seminar kali ini mengangkat tema besar yang memadukan metodologi riset dan sejarah Islam, yaitu “التصوف وأثره في انتشار الاسلام في اندونسيا” (Tasawuf dan Implikasinya Terhadap Penyebaran Islam di Indonesia).
Sejak pintu gerbang dibuka (open gate), antusiasme peserta sudah terlihat memadati ruang acara. Agenda diawali dengan pembukaan resmi oleh pembawa acara (MC), yang kemudian dilanjutkan dengan lantunan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang membawa kekhidmatan bagi seluruh hadirin. Setelah itu, acara diteruskan dengan sambutan hangat dari Ketua Wihdah, Ustadzah Ananda Putri Aqila, sebelum akhirnya memasuki sesi utama yang paling dinantikan, yaitu pemaparan materi.
Seminar ini menjadi oase akademik yang luar biasa karena menghadirkan Ustadzah Euis Faridah, Lc., M.A. sebagai narasumber utama. Pada sesi awal pemaparannya, beliau memberikan pembekalan taktis mengenai metodologi kepenulisan karya ilmiah bahs. Ustadzah Euis menekankan pentingnya komitmen untuk bermulazamah atau intens menjalin komunikasi dengan dosen pembimbing (musyrif/musyrifah).
“Banyak mahasiswi S2 yang menghadapi kendala karena jarang menemui pembimbingnya, bahkan ada yang hingga satu tahun tidak berkonsultasi akibat kesibukan. Padahal, kunci kelulusan terletak pada keaktifan peneliti untuk terus mengejar pembimbingnya,” tegas beliau. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga orisinalitas dalam pengajuan judul tesis dengan melakukan pengecekan (takdim) secara komprehensif ke berbagai universitas agar tidak sama dengan penelitian terdahulu. Ustadzah Euis membagikan pengalaman inspiratifnya yang harus melewati 15 kali proses takdim pengajuan judul sebelum akhirnya disetujui, sebuah bukti nyata bahwa keteguhan akademik adalah modal utama seorang peneliti.
Menariknya, setelah membagikan tips metodologi tersebut, Ustadzah Euis langsung membedah materi inti seminar mengenai tasawuf di Indonesia yang diangkat langsung dari karya ilmiah (bahs) hasil tulisan pribadi beliau sendiri. Langkah ini menjadi contoh nyata sekaligus bukti keberhasilan bagi para mahasiswi mengenai bagaimana sebuah riset akademis yang matang disusun dan dipertahankan.
Dalam isi bahs-nya tersebut, beliau memaparkan bahwa jalur sufisme merupakan faktor paling dominan dan terorganisasi dalam proses islamisasi di nusantara. “Secara geografis, Indonesia merupakan kawasan strategis yang menjadi tempat persinggahan perdagangan dunia bagi bangsa China, Arab, Persia, hingga India. Pada abad pertama, interaksi memang dimulai dari sektor perdagangan laut. Karena perjalanan laut memakan waktu berbulan-bulan, para pedagang Muslim akhirnya bermukim dan melakukan pernikahan dengan penduduk lokal. Namun, pola tersebut masih bersifat belum terorganisasi secara masif,” jelas beliau.
Lebih lanjut, beliau menguatkan argumen bahwa peran ulama sufi jauh lebih terstruktur karena dakwah mereka dilakukan secara terkonsep. Karakteristik masyarakat timur yang kental dengan nilai kerohanian membuat pendekatan tasawuf sangat mudah diterima. Ajaran tasawuf yang mengedepankan keluhuran akhlak (al-akhlak al-karimah) dan kedamaian spiritual menjadi daya tarik utama yang menyentuh hati masyarakat nusantara tanpa adanya pergolakan.
Setelah pemaparan materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab intensif. Para perwakilan mahasiswi dari jurusan Bahasa Arab, Ushuluddin, dan Syariah memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi mengenai kendala riset mereka. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas akademis mahasiswi Al-Azhar. Melalui program ARTIST ini, Wihdah berharap dapat terus memfasilitasi serta memotivasi para mahasiswi S2 agar memiliki kesiapan mental dan metodologis yang matang untuk menyelesaikan tesis secara tepat waktu.
Posting Komentar