Reporter: Abdul Hafidz & Achmad Ibnu Ibad
Menutup masa baktinya, Senat
Mahasiswa Fakultas Bahasa Arab (SEMA FBA) Mesir menghadirkan sebuah acara
kolaboratif bertajuk Sekolah Penerjemah pada hari Senin, 4 Agustus 2025. Acara
ini merupakan penutup yang monumental karena menjadi salah satu program besar
sepanjang sejarah SEMA FBA Mesir, sekaligus merealisasikan kerja sama dengan KBRI
Kairo. Bertempat di Balai Bhineka KBRI Kairo, kegiatan ini berhasil menarik
perhatian luas dari kalangan Masisir.
Salah satu yang membuat acara ini
istimewa adalah lahirnya program ini dari divisi termuda di tubuh SEMA FBA,
yaitu Divisi Literasi dan Kepenulisan, dan digelar bersama Kemenko Bidang
Manajemen Sumber Daya Manusia PPMI Mesir. Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul
10 pagi dengan pembukaan formal, pembacaan ayat suci Al-Qur`an, menyanyikan
lagu kebangsaan Indonesia dan Mesir, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari
berbagai pihak. Sambutan-sambutan dibawakan oleh Ketua Pelaksana 2 Aditya Radia
Rasyid, ketua SEMA FBA M. Rizki Sugiri, Presiden PPMI Mesir Razi Alif Al-Faiz,
hingga Duta Besar RI untuk Mesir, Dr. H.C. Luthfi Rauf.
Dalam sambutannya, Dubes RI
menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki orientasi yang kuat dalam peningkatan
keterampilan dan pengembangan kapasitas mahasiswa. Ia menegaskan bahwa profesi
penerjemah tidak hanya menuntut kemampuan bahasa, tetapi juga keterampilan,
etika, dan pengalaman. Beliau juga berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan tiga
kali dalam setahun karena besarnya antusiasme para peserta. Hal ini juga dipertegas oleh Rizki Sugiri, Ketua Senat FBA Mesir, dalam
sambutannya. “Hanya dalam waktu kurang dari 6 jam, jumlah pendaftar menembus
160 mahasiswa.” ucapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan
sesi-sesi materi yang terbagi dalam empat segmen. Pada segmen pertama, Dr.
Rahmat Aming Lasim, M.B.A. menjelaskan secara rinci tentang jenis-jenis
interpretasi seperti simultan, konsekutif dan lialison, serta keterampilan yang
harus dimiliki oleh seorang interpreter. Ia juga menggarisbawahi pentingnya
kecepatan berpikir, kemampuan mendengarkan aktif, serta ketahanan mental dan
emosional sebagai bekal utama dalam dunia interpretasi.
Materi kedua dibawakan oleh Dr.
Muhammad Sayyid Hajjaj, seorang pengajar di Universitas Kairo. Beliau
menerangkan tentang beberapa kesalahan umum yang banyak dilakukan oleh para
interpreter. Beliau juga menegaskan pentingnya intonasi, makhraj huruf, dan kaidah
nahwu dalam penerjemahan lisan. Hal-hal tersebut harus dapat dikuasai dengan
lancar oleh seorang interpreter, terutama bahasa Arab.
Acara dilanjutkan dengan segmen kedua, yaitu
pemberian materi oleh Bapak Abdul Muta’alli, MA, M.I.P., Ph.D. Dalam segmentasi menarik yang dibawakannya, Bapak Abdul
Muta’alli menjelaskan tentang relativitas penerjemahan. Dalam dunia
penerjemahan, tidak ada yang namanya benar/salah. Namun, yang ada adalah
baik/buruk. Selain itu, beliau juga menyebutkan bahwa translasi yang paling
dasar adalah penerjemahan berdasarkan leksikon kalimat. Tingkat paling bawah
tersebut beliau sebut sebagai terjemahan sebagai science. Sedangkan
penerjemahan tingkat paling tinggi adalah terjemahan sebagai taste.
Meskipun begitu, ada beberapa terjemahan yang hanya bisa diterjemahkan secara science,
seperti hukum, politik, dan lain-lain.
Setelah ISHOMA selama 50 menit, acara
dilanjutkan dengan segmen ketiga, yaitu Public Speaking for Interpreter
oleh Bapak Arif Ramadhan, Lc. M.Si. Dalam materinya, beliau menerangkan tentang
pentingnya kemampuan public speaking untuk seorang interpreter
profesional. Beliau juga menegaskan pentingnya mengetahui perbedaan budaya dan
istilah di setiap daerah agar tidak menimbulkan salah paham ketika
menerjemahkan. Segmen terakhir dibawakan oleh Bapak Fauzan Mustofa. Dalam
materinya, beliau menjelaskan tentang tips-tips menjadi penerjemah handal,
seperti dalam intonasi, mimik wajah, dan lain-lain.
Acara ditutup dengan pengumuman
peserta teraktif dan terbaik selama Sekolah Penerjemah berlangsung. Acara terbesar SEMA FBA Mesir yang dipimpin oleh Faqih Farhami tersebut mendapat sambutan baik dari para
peserta, para pejabat KBRI, maupun tamu undangan. “Saya sangat senang mendapat
undangan untuk menghadiri acara yang luar biasa ini.” ucap Dr. Hajjaj waktu
kami bertanya tentang kesannya terhadap acara Sekolah Penerjemah. “Mahasiswa
asing pertama saya adalah mahasiswa Indonesia. Saya harap, acara ini dapat
mencetak penerjemah-penerjemah handal yang menghubungkan Indonesia dan Mesir.”
Selain itu, Bapak Rahmat Aming juga
memberikan kesannya terhadap acara Sekolah Penerjemah, “Sekolah Penerjemah
adalah usulan saya yang direalisasikan dengan baik oleh SEMA FBA dan PPMI. Saya
harap, acara ini menjadi acara yang kontinu, mengingat atensi Masisir yang
tinggi.” Terakhir, Bapak Abdul Muta’alli juga sangat menghargai dan
mengapresiasi acara Sekolah Penerjemah. Bahkan, beliau sudah merencanakan
beberapa visi agar PPMI dan SEMA FBA Mesir dapat menyediakan penerjemah
tersumpah bagi para Camaba yang membutuhkan penerjemahan dokumen-dokumen resmi.

إرسال تعليق