Menelusuri Tulisan-Tulisan Mesir Kuno

Oleh: M. Farhan Abdul Aziz*


Apakah kalian tahu bahwasanya ada beberapa tulisan Mesir Kuno selain Hieroglif?. Tentunya kalian tahu bahwa Mesir memiliki berbagai kekayaan sejarah, mulai dari piramida, mumifikasi, Ratu Cleopatra dan masih banyak lagi. Negara yang berada di utara benua Afrika ini masih banyak menyimpan misteri yang belum kita ketahui saat ini.


Kita tahu bahwa tulisan adalah bukti yang kuat dari sebuah sejarah. Dari tulisan, kita dapat mempelajari dan mengetahui kejadian pada saat masa itu. Contohnya, tentara perancis yang bernama Pierre François Bouchard menemukan batu rosseta di delta sungai nil. Pada batu tersebut, terdapat tulisan Hieroglif yang dipahat di atasnya. Temuan ini membuat para peneliti semangat untuk mempelajari tulisan kuno tersebut.


Selain Hieroglif, terdapat tulisan-tulisan kuno lain semisal Hieratik, tulisan Demotik, dan tulisan Koptik. Dalam pembahasan ini, kita akan mengulik tulisan-tulisan Mesir kuno serta sejarahnya. Serta, dari aksara-aksara yang tercatat tersebut, tulisan kuno mana yang lebih tua?


1.     1. Tulisan Hieroglif

Siapa, sih, yang sudah tak asing dengan tulisan Hieroglif? Setiap kali kita melihat tulisan ini, yang muncul di benak kita adalah peradaban Mesir Kuno dengan artefak-artefaknya yang masih ada sampai sekarang, bahkan masih terawat dan dapat kita lihat di Museum Mesir.


  Hieroglyph merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani Hieroglyphiha yang berarti "tulisan suci yang terukir". Tulisan ini diciptakan oleh bangsa Mesir untuk merekam bahasa lisan mereka dan terdiri dari sekumpulan gambar. Banyak di antaranya telah mengambil bentuk akhir tradisionalnya dalam prasasti yang berasal dari tahun 3000 SM. Lantas, bagaimana cara membaca Hieroglif?


Cara membaca Hieroglif ditentukan oleh arah wajah makhluk yang digambarkan. Kadang-kadang, Hieroglif dibaca dari kepala ke ekor, dari kanan ke kiri, atau sebaliknya. Dalam bentuknya yang sepenuhnya berkembang, sistem tulisan ini tampak rumit karena banyaknya simbol serta variasi fungsi dan maknanya. Namun, dalam prinsip dasarnya, hieroglif sebenarnya cukup mudah, karena bergantung pada ekspresi melalui gambar. Cara termudah untuk menulis suatu kata adalah dengan menggambarkan objek yang diwakili oleh kata tersebut.


Dalam bahasa Mesir Kuno, tulisan Hieroglif disebut dengan "Sesh-Medu Neter", yang berarti "tulisan kata-kata dewa". Istilah ini menunjukkan keyakinan bangsa Mesir bahwa tulisan Hieroglif diberikan oleh Dewa Thoth, Dewa Kebijaksanaan dan Tulisan. Keyakinan inilah yang menyebabkan Hieroglif terus digunakan sejak zaman pra-dinasti hingga periode Romawi.


Tulisan Hieroglif Mesir dianggap sebagai salah satu sistem tulisan tertua yang dikenal manusia. Beberapa prasasti berasal dari sekitar tahun 3000 SM. Tulisan Hieroglif telah digunakan oleh bangsa Mesir selama lebih dari 3000 tahun. Hieroglif yang saling terhubung digunakan oleh bangsa Mesir dalam literatur keagamaan yang ditulis di atas papirus dan kayu. Selain Hieroglif, terdapat variasi tulisan resmi yang lebih kecil, yang disebut Hieratik dan Demotik. Namun, secara teknis keduanya bukan merupakan bagian dari Hieroglif Mesir.

 

2.     2. Tulisan Hieratik

Hieratik berasal dari bahasa Yunani yang berarti "Tulisan Keimaman". Tulisan Hieratik kemudian merujuk pada tulisan Mesir Kuno yang lebih ringkas dan berasal dari Hieroglif. Sejak abad ketujuh sebelum Masehi hingga abad kedua Masehi, tulisan Hieratik hanya digunakan untuk ritual dan upacara keagamaan dalam kitab-kitab pemakaman. Hubungan antara Hieroglif dan Hieratik dapat dibandingkan dengan melihat perbedaan antara tulisan yang diukir di monumen dengan tulisan tangan dalam kehidupan modern.


Pada periode Dinasti Awal Mesir, tulisan Hieratik pertama kali muncul dan berkembang bersamaan dengan tulisan Hieroglif yang resmi. Sebuah kesalahan jika kita menganggap Hieratik sebagai bentuk cabang dari Hieroglif. Faktanya, teks-teks tertua di Mesir ditulis menggunakan tinta dan kuas, tanpa menunjukkan bahwa mereka berasal dari Hieroglif. Tulisan Hieroglif yang diukir pada batu baru muncul pada Dinasti Pertama, jauh setelah praktik menulis Hieratik sudah ada.


Dengan demikian, Hieroglif dan Hieratik adalah dua sistem tulisan yang berkembang secara paralel dan saling berkaitan, bukan perkembangan linear dari satu sistem ke sistem lainnya. Tulisan Hieratik digunakan sepanjang zaman Firaun hingga periode Yunani-Romawi. Sekitar 660 SM, tulisan Demotik mulai menggantikan Hieratik sebagai bentuk tulisan yang lebih kasual. Namun, Hieratik tetap digunakan oleh kalangan pendeta selama beberapa abad berikutnya, setidaknya hingga abad ke-3 M.


3.      3. Tulisan Demotik

Demotik adalah istilah yang berasal dari kata Yunani kuno Demostakos (Δημοστικός), yang berarti "umum" atau "populer". Aksara ini merujuk pada tulisan rakyat. Demotik adalah bentuk tulisan yang lebih sederhana dan ringkas. Tulisan ini digunakan oleh bangsa Mesir untuk menulis kontrak dan dokumen hukum sejak sekitar abad ke-8 SM hingga abad ke-3 M. Tulisan Demotik lebih sederhana dibandingkan dengan Hieratik. Tulisan Demotik juga disesuaikan untuk ditulis dengan pena di atas papirus atau pecahan tembikar. Saat ini, terdapat banyak teks kuno dalam tulisan Demotik, meliputi dokumen hukum, surat resmi dan pribadi, serta beberapa karya sastra, ilmiah, dan magis.


4.     4. Tulisan Koptik

Koptik merupakan tahap terakhir dari perkembangan tulisan Mesir Kuno yang mulai digunakan sejak abad ke-2 M. Tulisan ini dianggap sebagai bentuk yang paling mudah dipahami, karena menggunakan alfabet Yunani dengan tambahan tujuh huruf yang diambil dari Demotik. Istilah Koptik berasal dari kata Yunani "Aigyptos" (Αἴγυπτος), yang berarti "Mesir". Kemudian, orang Arab mengadopsi istilah ini untuk merujuk pada penduduk Mesir Non-Yunani.


Sebagai bahasa lisan, Koptik mulai ditinggalkan pada abad ke-16 dan digantikan oleh bahasa Arab sebagai bahasa utama di Mesir. Namun, bahasa ini masih digunakan dalam dialek Bohairik untuk misa dan doa dalam Gereja Ortodoks Koptik, meskipun hanya sedikit orang yang memahaminya. Meski begitu, pengetahuan tentang bahasa Koptik tidak hilang di kalangan Orientalis Barat. Tata bahasa dan kosakatanya berperan besar dalam memahami kembali bahasa Mesir Kuno, terutama setelah Hieroglif berhasil dipecahkan melalui studi terhadap Batu Rosetta.


Batu Rosetta tidak ditemukan dan diteliti oleh Pierre François Bouchard, besar kemungkinan Hieroglif masih menjadi misteri yang tak terpecahkan sampai sekarang. Selain itu, cerita mitos Mesir kuno tentang  Anubis, Dewa Horus, Dewa Ra, dan cerita lainnya tidak sampai kepada kita, serta kita tidak akan tahu mengenai nama-nama fir’aun, sang pemilik tiga piramida di Giza, Ramses, Tutankhamun, bahkan cerita tentang Ratu Cleopatra yang muminya masih belum ditemukan sampai sekarang. Hatta,Tulisan Hieroglif menjadi bahan bukti yang kuat dari sejarah dan peradaban Mesir Kuno, disusul dengan Hieratik, Demotik dan Koptik.




* Memiliki kepribadian INFJ dan mahasiswa Fakultas Bahasa Arab jurusan Sejarah Universitas al-Azhar. Pernah berkecimpung di SEMA FBA Mesir. Walaupun anak sejarah, ia juga punya hobi jurnaling dan bernyanyi.

إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم