Piramida Djoser; Inspirasi Pelopor Perubahan

  Oleh: Kelompok Sejarawan Mesir Kuno

Sumber gambar: Laman web Britannica


Piramida Djoser, atau seringkali dikenal sebagai Piramida Berundak, telah berdiri tak kurang dari 5000 tahun. Ia mencakar tanah Mesir yang penuh misteri tentang bagaimana orang-orang di masanya mampu mendirikan sebuah bangunan gagah tanpa teknologi yang kita kenal hari ini dan mampu bertahan puluhan abad kemudian. Bahkan, dilansir dari laman Ministry of Tourism and Antiquities Egypt, Piramida Berundak Djoser di Saqqara merupakan salah satu monumen paling ikonik di Mesir yang menjadi titik balik perubahan sejarah dalam pemakaman Mesir Kuno. Piramida tersebut juga merevolusi arsitektur batu dan pemakaman kerajaan.

 

Piramida Berundak didirikan di era Kerajaan Lama, tepatnya pada Dinasti Ke-3 oleh Raja Djoser I, penguasa pertama Dinasti ke-3 Mesir yang berkuasa sekitar 29 tahun. Era kekuasaanya diakui sebagai awal kemajuan bagi era pembangunan dan arsitektur.

 

Djoser I adalah putra dari Raja Khasekhemwy, penguasa terakhir Dinasti ke-2 dari permaisurinya yang bernama Nimaathep. Para sejarawan sepakat untuk memisahkan era pemerintahan Djoser dari era dinasti sebelumnya. Dinukil dari Dr. Sayyid Muhammad Ammar, penetapan Raja Djoser sebagai pendiri Dinasti ke-3 didukung oleh beberapa bukti sejarah, termasuk catatan Manetho. Manetho adalah seorang sejarawan di masa Ptolemaik yang menyebut Raja Djoser sebagai penguasa pertama Era Memphis.

 

Piramida Berundak terletak di Kompleks Piramida Saqqara atau sekitar 30 kilometer di selatan Kota Kairo. Bangunan ini dibangun di bawah kepemimpinan seorang arsitek kerajaan sekaligus tabib terkenal bernama Imhotep yang kemudian dianggap sebagai dewa di era pemerintahan Ptolemaik atau Yunani di Mesir.

 

Piramida Berundak merupakan bentuk paling awal dari sebuah piramida yang dirancang sebagai makam raja. Dijelaskan oleh Dr. Ahmad Rif’at Abdul Jawad dalam bukunya Madkhal Li Dirasat Atsâr Masr Al-Qadîmah, bangunan ini berbentuk mastabah (sebuah struktur pemakaman persegi panjang dengan atap datar). Kemudian, lima mastabah tambahan ditumpuk di atasnya, sehingga membentuk enam tingkatan yang akhirnya menyerupai piramida.                                         

Disebutkan pula dalam buku Târîkh Masr Al-Qadîmah karya Dr. Sayyid Muhammad Ammar, piramida ini dilapisi batu kapur dan memiliki tinggi sekitar 60 meter, dengan panjang sekitar 130 meter, serta lebar mencapai 110 meter. Adapun pemakaman mumi raja ditempatkan di ruangan yang dibangun dari batuan granit sedalam 28 meter di dalam piramid. Bentuk ini menjadikannya sulit dijangkau oleh para bandit dan perampok makam. Kompleks Piramida Djoser dikelilingi oleh pagar tembok besar setinggi 10 meter, berserta kapel-kapel dan bangunan-bangunan kecil lainnya.

 

Piramida Djoser tak hanya sekedar makam dengan bangunan kokoh, tetapi juga sebuah tonggak penting dalam sejarah arsitektur manusia, terutama bangsa Mesir, yang menjadi jalan pembuka bagi inovasi dan inspirasi arsitektur pada masa berikutnya.

 

 Piramida Snefru, Khufu dan piramida-piramida lainnya merupakan kelanjutan dari inspirasi besar yang dipelopori Raja Djoser I. Setelah bertahan tak kurang dari 5000 tahun, piramida ini mengajarkan kita arti dari ketekunan, inovasi dan perlunya menghargai warisan peradaban yang diwariskan oleh para pendahulu.


إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم